









Di pegunungan Danareja ini laaagh Ratu Kalinyamat melakukan laku prihatin… ia melakukan tirakat puasa… dalam keadaan tidak mengenakan satu lembar pakaian pun… alias dalam keadaan telanjang bulat …!!! Ia telah bersumpah tetap akan melakukan puasa dalam keadaan telanjang bulat… sampai Arya Penangsang tewas… dan ia bisa ‘mensucikan’ diri keramas dengan darah Arya Penangsang …!!! Ia tidak bisa melupakan Arya Penangsang yang telah membunuh suaminya … !!!
Joko Tingkir yang dikenal sebagai Adipati Hadiwijaya… dengan ditemani Ki Ageng Pemanahan, Ki Penjawi, Raden Danang Sutawijaya atau nantinya dikenal sebagai Panembahan Senopati … segera menuju ke pegunungan Danareja …!!! Ternyata Ratu Kalinyamat ditemani oleh para dayang-dayang nya.. abdi dalem yang setia menemani… kemanapun tuan putrinya pergi …!!! Selain dayang-dayang… beberapa harta yang cukup melimpah juga terbawa ke pegunungan Danareja …!!!
Pertemuan antara Ratu Kalinyamat dengan rombongan Joko Tingkir… tidak secara langsung… jadi masih ada tirai yang menghalangi… maklum saja Ratu Kaliyamat masih dalam keadaan bugil… tanpa selembar pakaian pun …!!! Joko Tingkir pun berkata, “Mohon maaf Kakang Mbok… Ratu Kalinyamat… kedatangan kami ke sini menganggu kekhusukan kakang mbok saja …!!!” Segera Ratu Kalinyamat menimpali, “Dimas Hadiwijaya… terima kasih sekali telah berkenan meluangkan waktu mengunjungi ku di tempat seperti ini …!!!”
Joko Tingkir pun melanjutkan perkataannya, “Kedatangan kami kemari… selain ingin mengunjungi kakang mbok… juga ingin mengingatkan… bahwa kematian seseorang telah ada yang menentukan… yaitu semua nya kehendak Allah SWT semata …!!! Kami prihatin dengan keadaan kakang mbok… dan berharap kakang mbok segera menyudahi laku prihatin puasa seperti ini …!!!
Ratu Kalinyamat menjawab, “Hatiku sudah hancur… dimas Hadiwijaya … matahariku telah direnggut oleh Arya Penangsang …!!! Sumpah terlanjur sudah diucapkan… pantang untuk ditarik kembali … dan saya akan tetap melakukan hal ini sampai kepala Arya Penangsang terpenggal… !!!” Tidak berhenti sampai disitu,.. Ratu Kalinyamat pun berkata, “Dimas Hadiwijaya, sebagai Adipati Pajang dan adik ipar ku… tidak kaaagh engkau berkenan membantu kakang mbok mu ini …???”
Joko Tingkir pun berkata,”Kakang mbok… saya mengerti akan perasaan kakang mbok… namun jika saya menyerang Arya Penangsang… maka semua orang menganggap saya sebagai orang yang haus kekuasaan… !!! Bagi saya cukup saja Pajang.. tidak ada niat untuk menguasai Demak… togh saya tidak mempunyai garis keturunan kerajaan Demak …!!!”
Ratu Kalinyamat pun seolah paham… dan kembali berkata, “Saya mengetahui … Dimas Hadiwijaya tidak punya ambisi menguasai Demak …!!! Aku akan memberikan seluruh harta kekayaan ku bagi siapa saja yang bisa memenggal kepala Arya Penangsang …!!! Dapat kah dimas Hadiwijaya membantu ku… memenggal kepala Arya Penangsang …???”
Kaget juga … seperti petir di siang bolong… Joko Tingkir mendengar pernyataan Ratu Kalinyamat… !!! Ia pun menjawab,… “Mohon waktu Kakang Mbok agar saya bisa memberikan keputusan yang terbaik. Besok Malam Insya Allah saya akan kembali memberikan jawabannya… !!!” Demikian akhirnya, Joko Tingkir undur diri pamit… dan berjanji keesokan harinya akan datang lagi ke pegunungan Danareja …!!! Bagaimana keputusan Joko Tingkir… apakah akan menolak atau menerima permohonan Ratu Kalinyamat… untuk menebas kepala Arya Penangsang… ikuti episode berikutnya …!!! 😀
Link Terkait :
Leave a Reply