









Adipati Wilatikta berusaha mempersiapkan Raden Said … yang kelak akan menggantikannya sebagai Adipati Tuban …!!! Sebagai seorang pangeran di wilayah Tuban tentu saza Raden Said harus mengikuti aturan protokoler… dimana ia kemana-mana selalu dikawal …!!! Berbagai ilmu memang dipersiapkan dan diturunkan kepada Raden Said… agar kelak ia bisa menjadi pemimpin yang handal …!!! Apalagi saat itu,… Adipati Wilatikta sangat terpengaruh bagaimana kerajaan Majapahit ketika mempersiapkan putra mahkota …!!! Pada masa itu,… selalu ada 3 hal… yang harus diperoleh seseroang jika ingin menjadi pemimpin yang disegani …!!! Pertama, adalah ilmu yang bersifat rasional atau sama laagh dengan bagaimana ilmu pemerintahan,… bagaimana ilmu tentang pertanian etc… !!! Kedua, adalah ilmu tentang bathin termasuk didalamnya adalah ilmu kesaktian, kanugaran etc… !!! Dan terakhir, adalah memperoleh legitimasi ataupun “wahyu” dimana seseorang bisa memerintah dengan bijaksana …!!! Tentu saza Raden Said pun… digembleng oleh Ayahandanya… dengan maksud kelak bisa meneruskan tampuk kepemimpinannya …!!! 😀
pada saat itu,… Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Raja terakhir yaitu Prabu Brawijaya V … !!! Kerajaan Majapahit memang mendapat rongrongan dari Kediri yaitu Prabu Girindra wardhana… !!! Ia melakukan penyerangan ke Majapahit berkali-kali… bahkan pada awal penyerangan… Kerajaan Majapahit sempet kecolongan… karena para telik sandhi tidak bisa men-detect rencana penyerangan ini …!!! Hal ini membuat Prabu Brawijaya V bermuram durja… dan ia ditemani oleh abdi dalemnya yang setia… yaitu Sabdo Palon dan Naya Genggong …!!! “Wahai, Kanjeng Prabu… penyerangan musuh dari Kediri membuktikan kelemahan telik sandhi Kerajaan Majaphit …!!! Oleh sebab itu, sebaiknya Kanjeng Prabu segera melakukan restrukturisasi dan reorganisasi telik sandhi Kerajaan Majapahit ini …!!! kata Sabdo Palon.
“Benar,.. Kanjeng Prabu… penyerangan Kediri itu membuktikan… telik sandhi kita telah kecolongan …!!! Hal itu, menurut hamba … tidak boleh terjadi lageee… !!! Sebaiknya segera Kanjeng Prabu membenahi sektor telik sandhi ini …!!!’, demikian kata Naya Genggong …!!! “Baik laaagh,,… abdi dalemku yang setia… usul kalian berdua akan aku tindak lanjuti… segera akan kuperintahkan Paman Patih untuk melakukan restrukturisasi dan reorganisasi telik sandhi kita …!!!, demikian kata Prabu Brawijaya V …!!! Pasukan Majapahit yang lebih kuat… dan terlatih… memang sanggup menahan gempuran Kediri …!!! Namun bagi Kediri,… serangan itu lebih kearah psy war… dimana mirip seperti ‘perang gerilya’… suatu waktu melakukan penyerangan… dan kemudian mundur… !!! Kemudian tidak berapa lama lagi… menyerang kemudian mundur… so tujuannya adalah meruntuhkan mental prajurit Kerajaan Majapahit …!!!
Perang yang berkecamuk… tentu saza memakan biaya yang tidak sedikit …!!! Dimana-mana perang memang membuat rakjat menjadi susah… dan semuanya terjadi karena nafsu serakah dari penguasa… yang ‘gila’ harta dan tahta …!!! Impact nya tentu saza… mau tidak mau… upeti dari para Tumenggung ataupun Adipati… perlu ditingkatkan… !!! Kalau tidak tentu saza… Kerajaan Majapahit tidak akan bisa bertahan lama… dan akan kalah dalam peperangan …!!!
Abdi setia Prabu Brawijaya V yaitu Sabdo Palon dan Naya Genggong… memberikan usulan agar pajak dari daerah dinaikkan dua kali lipat … !!! Dan semuanya menuntut peran aktif dari pada Tumenggung maupun Adipati ..!!! Prabu Brawijaya V,.. setuju dengan usulan abdi setianya… sehingga diputuskan pajak akan dinaikkan dua kali lipat… walau pandangan mata sang prabu… terlihat gamang… karena ia memikirkan derita rakjat … yang harus menanggung penderitaan… gara-gara serangan dari Kediri… Prabu Girindra Wardhana …!!!
Last,… bagaimana dampak keputusan ini terhadap rakjat di daerah Tuban… dan bagaimana Raden Said menyikapi hal ini… nantikan pada episode berikut nya …!!! 😀
Leave a Reply