









Joko Tingkir, Mas Manca, Ki Wila dan Ki Wuragil menaiki rakit menyusuri sungai Dengkeng…. untuk menuju ke Gunung Prawata … !!! Rakit terus menyusuri dan setelah 3 hari 3 malam akhirnya sampai ke suatu lubuk sungai yang dalam …!!! Lubuk Sungai ini cukup angker… selain dalam sungai nya…. dan nggak berapa lama… rakit mereka seolah berputar-putar …!!! Joko Tingkir melihat… pada lubuk sungai yang jernih ini… puluhan buaya yang menyebabkan arus yang cukup dasyat… sehingga rakit yang mereka tumpangi hanya berputar-putar …!!! Joko Tingkir meminta kepada 3 saudara angkatnya itu untuk waspada …!!! 😀
Terlihat para buaya mulai melompat-lompat… menyerang Joko Tingkir… !!! Joko Tingkir lantas berkata, “Mas Manca… lawan laagh buaya di darat… aku akan menyelam dan melawan buaya di air …!!! Dan Ki Wila dan Ki Wuragil… tolong jaga rakit… !!!”. Mas Manca dengan gerakan salto yang cukup indah… langsung menjejakkan kakinya di tepi sungai…. !!! Tampaknya disitu adalah kerajaan buaya… yang dipimpin oleh rajanya Ki Bahu Rekso …!!! Penyerang para buaya di pimpin oleh patih nya yaitu Ki Jalu Mampang …!!! Mas Manca tidak memberi ampun kepada buaya yang mencoba mendekat kepadanya… dalam waktu singkat… puluhan buaya sudah tewas … bersimbah darah …!!!
Ki Jalu Mampang langsung menyerang Mas Manca,… namun dengan sigap Mas Manca mengelak dan langsung menangkap ekor Ki Jalu Mampang …!!! Berkali-kali Mas Manca membanting Ki Jalu Mampang… padahal berat Ki Jalu Mampang ratusan kilo… Mas Manca akhirnya mengarahkan bantingan berikutnya ke arah batu besar yang ada… dan seketika kepala Ki Jalu Mampang… beradu dengan batu besar itu … !!! Kuat dan cepat sekali bantingan yang dilakukan oleh Mas Manca… dan ‘baaaaangggg’ muraaaak kepala ki Jalu Mampang… tulang tengkorak Ki Jalu Mampang berserakan… !!! Hal ini membuat sisa-sisa buaya menjadi takut… dan mereka pun langsung lari dan menceburkan diri ke sungai… takut untuk melawan Mas Manca …!!!
Ternyata di dalam sungai… Joko Tingkir sedang melawan raja buaya tersebut… Ki Bahu Rekso… !!! Sontak sisa-sisa buaya… langsung menyerang Joko Tingkir yang mereka kira lebih lemah ketimbang Mas Manca… !!! Mereka salah sangka… Joko Tingkir begitu berkasa… sekali ia tendang atau pukul… buaya-buaya itu pada tewas seketika… bahkan ada yang mencelaaat… ke atas sungai… menandakan pukulan ataupun dorongan tenaga dalam Joko Tingkir begitu kuat …!!!! Ki Bahu Rekso seolah tidak terima… banyak para buaya rakjat nya mati… apalagi patihnya Ki Jalu Mampang telah matiiii …!!!
Ki Bahu Rekso termasuk buaya yang sakti… Sabetan ekornya… terkaman moncongnya dan cakar yang mengandung racun… tidak bisa dipandang sebelah mata ….!!! Namun ia bukan laaagh lawan dari Joko Tingkir … dan ketika pukulan yang kuat dari Joko Tingkir menimpa matanya… seolah gelaaap dan sakit sekali …!!! Ketika Ki Bahu Rekso sedang kesakitan yang amat sangat… Joko Tingkir langsung menangkap ekornya… dan meloncatlaaah ia… sambil memegang ekor buaya tersebut… mendaratlaaagh ia di tepi sungai …!!! Ia membanting Ki Bahu Rekso ke tanah… berkali-kali… dan buaya itu pun mulai kelengeeer… !!! Kemudian Joko Tingkir memutar-mutar buaya tersebut… dan mendekati sebuah batu besar.. dimana Ki Jalu Mampang tewas…. !!!
Mengetahui nyawanya berada diujung tanduk… Ki Bahu Rekso pun… mengiba dengan ketakutan …!!! “Mohon ampun, Raden… ampunilah hamba Raden… jangan hamba dibunuuh …!!!” demikian iba Ki Bahu Rekso …!!! “Mengapa kalian ingin membunuh kami… apa salah kami kepadamu …??? balik bertanya Joko TIngkir… !!! “Kami mengira Raden akan menyerang wilayah kami,… jadi kami menyerang terlebih dahulu. Maafkan kami Raden,… kami takluk kepada Raden ….!!!’ begitu kata Ki Bahu Rekso kepada Joko TIngkir …!!! “Lantas apa bukti ketaklukanmu kepada kami…. ???” tanya Joko TIngkir… !!! “Sebagai taklukan, Aku Ki Bahu Rekso sebagai raja para buaya… akan memerintahkan 40 buaya untuk mengawal raden menyusuri sungai ini …!!!” “Baiklah,… jika sampai kalian ingkar janji… aku akan datang… dan akan menghancurkan kalian semua ….!!!”, demikian Joko Tingkir bicara dengan aura kewibawaan …!!!
Akhirnya Joko Tingkir melanjutkan perjalanan dengan diiringi oleh 40 buaya… dimana 20 buaya menggerakkan atau mendorong rakit… dan 20 buaya lainnya melakukan pengawalan… layaknya voorijder …!!! Bagaimana kelanjutan episode berikutnya…. mengenai perjalan Joko Tingkir… so ikuti kisah selanjutnya… stay tuned… !!! 😀
Link terkait :
Leave a Reply