









Pelan-pelan Raden Said menginjak remaja,… dan ia pun diam-diam banyak berkenalan dengan para pelaku spritual …!!! Para pelaku spritual ini sudah melepaskan keinginan duniawi… dan lebih senang melakukan tirakat… !!! Mereka melakukan itu untuk membersihkan hati… !!! Raden Said banyak mengamati kegiatan yang dilakukan yang mereka lakukan …!!! Terkait dengan membersihkan hati… ia pun banyak bertanya… “Lha … shalat 5 waktu bukankah untuk membersihkan hati …???”, tanya Raden Said …!!! “Benaaar Raden,… namun harus dilakukan dengan shalat yang khusyu …!!! Ibadah Shalat memang penting… namun jika tidak menemukan “jiwa” atau “ruh” shalat… percuma saja …!!! Banyak yang melakukan… shalat melakukan… maksiat jalan terus… !!!” demikian para pelaku spiritual menjelaskan …!!! 😀
Raden Said banyak mencerna,… bahwa kehidupan duniawi tidak akan langgeng… tidak akan abadi …!!! Gusti Allah laaagh yang bersifat langgeng… abadi selamanya …!!! Harta, Tahta, dan wanita… hanya membuat orang menjadi keblingeeer …!!! Semua itu hanya sifat semu… dan yang bersifat semua pasti akan hancur… cepat atau lambat… it’s the matter of the time saza … !!! Raden Said pun banyak mendengar wong cilik.. “Kami hanya orang kecil Raden… kami memang melarat …!!! Yang penting kami masih bisa makan secukupnya,… sekedar thiwul untuk mengganjal perut …!!! Meskipun seadanya,.. namun Insya Allah semuanya barokaaah… Raden …!!!” 😀
“Biar laaagh kami hidup dalam kekurangan… namun secara bathin kami kaya … Raden …!!! Jika kami mengejar kemewahan duniawi… kami akan termasuk orang yang merugi. Bisa–bisa kami hanya memikirkan duniawi… akan jarang ingat kepada Gusti Allah …!!! Kami memilih kebahagiaan di akhirat … ketimbang kebahagiaan di dunia… Raden ..!!! Dan memang… hidup ini pilihan… live is a choice … jika Raden ingin memilih bahagia di dunia … yo monggo Raden. Sebaliknya, jika mau memilih kebahagiaan di Akhirat… yo monggo Raden …!!! Semua pilihan pasti ada konsekuensi logisnya Raden …!!!’, demikian mereka berkata.
Raden Said… seolah berada dalam ‘komunitas’ nya… ia seolah senang sekali bergaul dengan mereka … !!! Wajah mereka memancarkan kejujuran, ketulusan, ketentraman… jauh dari kepalsuan dunia yang semakin meraja lela …!!! Mereka saling mengingat kan… akan kebenaran… mengkritik dengan cara yang halus… tidak lain adalah rasa ‘care’ diantara hamba Allah SWT… !!! Raden Said mengamati,… orang-orang ini laagh termasuk orang yang merdeka… telah lepas dari urusan duniawi yang kadang penuh intrik, tipu daya, nafsu serakah… tentu saja hal ini menyebabkan hati semakin kotooor… semakin kelam… dan lama-kelamaan hitam pekat …!!!
Pergaulan seperti ini laagh yang semakin membuat Raden Said matang… seolah mindset nya dipenuhi ‘ilmu tua’ padahal usianya masih bau kencuuur …!!! Raden Said ingin menjadi pribadi yang ‘merdeka’… namun ia harus mengalami pergulatan bathin… coz ia adalah seorang pangeran Tuban… yang sewaktu-waktu akan menggantikan jabatan Ayahandanya… Adipati Tuban …!!! Bagaiman kisah selanjutnya,… so stay tuned saza laaagh… okeeey bro …??? 😀
Leave a Reply