









Well,… di artikel terdahulu… Juragan ROndO menulis… jika Honda CBR 150R diimport secara CBU,… maka pasar tidak akan goncaaang… !!! Bahkan jika dihitung secara CBU… telah pernah dihitung … kenanya diangka Rp. 34.8 jeti… monggo dibaca disini …!!! Menarik jika dilihat…kalau kita ambil contoh Honda Scoopy…. yang lagi booming di segmentnya… ada satu kesamaan dengan Honda CBR 150R… apa ituuuu … ??? Yup,… dua-duanya bermain di segment Blue Ocean strategy … maksudnya disini… untuk pabrikan Jepang lhooo… belum ada khan yang bermain di segment fairing 4 stroke 150cc …??? 😀
Salah satu faktor sukses penjualan Honda Scoopy … adalah rate yang ditetapkan cukup rendah… sekitar 1 THB = IDR 304 …!!! Selanjutnya angkanya terus bervariasi sebagaimana grafik diatas… dan rate tertinggi berdasarkan data diolah mencapai 1 THB = IDR 351 untuk product Honda Revo AT …!!! Berbeda dengan product CKD yang mempunyai karakter range IDR 304 – 351,… pada product yang diimport utuh angkanya mencapai IDR 458 …!!! So praktis dengan rate yang lebih tinggi… harga jual lebih tinggi… thuzzz aggregate demand kurang monceeer …!!! Thuzzz akhirnya kurang menguntungkan… just only as a flagship product… !!! Teruz bagaimana jika Honda CBR 150R diproduksi secara CKD …???
Tarohlaaaagh di simulasi rate CKD tertinggi yaitu IDR 351,… maka price harga Honda CBR 150R sekitar Rp. 26.6 jeti… !!! Tentu saza angka CKD ini lebih competitive ketimbang angka CBU Honda CBR 150R sekitar Rp. 34.4 jeti… betul …??? Bagaimana jika simulasinya menggunakan rate paling rendah,.. alias menggunakan rate Scoopy… !!! Ternyata pricing Honda CBR 150R mendekati Rp. 23.1 jeti …!!! Simulasi terakhir,… bagaimana jika diambil rate rata-rata dimana ketemu angkanya IDR 324 … !!! Yaaagh,… harganya terkena di angka Rp. 24.6 jeti… !!! So.. disini ada 3 siimulasi angka… teruz mana yang mau dipilih …???
3 Simulasi angka tersebut,… pasti berdampak kepada product sendiri ataupun product kompetitor …!!! Monggo aza dilihat menggunakan pricing strategy matrix… jika mau menghajar para kompetitor… yaaa gunakan quadrant Penetration… alias ambil pricing simulasi yang paling rendah …!!! Monggo dibayangkan apa jadinya jika Honda CBR 150R dibanderol Rp. 23.1 jeti… !!! Tentu market akan ‘goncaaang’ lebih hebat ketimbang gempanya ‘Ayumi’ …!!! Hal inilah berkali-kali Juragan ROndO selalu mengkritisi agar R & D pabrikan bisa pindah ke Indonesia… agar pricing nya bisa rendah… thuuuzzz product semakin kompetitif dan bisa bertujuan ekspor … !!! Jangan kalah dengan Thailand muluuu… mosoook dapet koretaaan terus dari Thailand …??? Bagaiman jika injeksinya dirubah ke carburator… alias spek down… ???
Yaagh grafik secara kualitas / fitur akan turun sedikit… namun disisi konsumen tidak akan masalah… !!! Perbedaan harga anggaplah sebagai profit buat produsen… maybe it’s ok… masih bisa untuk membuat pasar guncang …!!! Bagaimana jika angkanya IDR 26.6 jeti… ??? Yooo monggo itungeeen dewe .. yang pasti demand akan menurun… dan jika semakin tinggi lageee… yaaagh demand akan turun lageee …!!! Tentu saza pricing skim ini akan sangat mempengaruhi market share dan market growth dari product yang akan dipasarkan… dalam hal ini Honda CBR 150R… !!! Tentu saza targetnya sebagaimana jika mau dianalisa dengan BCG matrix adalah quadrant Star… !!! Tentu saza … quadrant Star ini hanya bisa diraih… jika terjadi market goncang… dan market guncang disebabkan karena priceeee yang sangat kompetitif… betuuul …??? 😀
Salam,
*melu-melu taglineee* xixixi
Leave a Reply