









Lanjutt lageee… coz banyak permintaan… !!! Namun Adipati Tuban langsung nyaaauuut… “Kanjeng Senopati,.. apakah anakmu akan kau ajarkan permainan dakon, pasar-pasaran.. dan mengenakan jariiit serta kemben… ???”. Meledaklaaah amarah Raden Rangga… tanpa peduli lagi akan Ayahanda nya… Pangeran Benawa… Patih Manca Negara.. dan tamu-tamu lainnya… ia berkata kepada prajurit Mataram… dengan sorot mata beringas… “Ambilkan perisai dan towak (tombak tidak bermata red.) kuuuu … cepaaaat… !!!
Sebanyak 8 orang prajurit pilih tanding Mataram… terengah-engah mengangkat Perisai dan towak Raden Rangga…. yang terkenal beraaat sekaliiii… !!! Namun ditangan Raden Rangga… perisai dan tombak ini seperti benda yang sangat ringan… !!! Perisai dan tombak sampai dilempar-lempar ke udara… koyo dirigent marching band.. mengikuti irama gamelan yang merdu… !!! Gegap gempita laaagh para prajurit Mataram… melihat junjungannya begitu piawai memainkan Perisai dan tombak… !!! 😀
Adipati Tuban… cukup terkejut dengan kekuatan yang dimiliki Raden Rangga… !!! Raden Rangga semakin hebat memainkan tombak dan perisainya… seolah ingin membalas bahwa kalau cuma memainkan Beksan lawung,… maaagh keciiiil… !!! Namun dasar Adipati Tuban.. ndaaak mau kalah… ia pun berkata, “Kalau cuma main lempar-lempar perisai dan tombak keatas… itu seeeh kelakuan anak ingusan… !!! Kalau memang ia prajurit sejati… tentu ia berani menghadapi prajurit Tuban yang sedang menari Beksan … !!! Bagaimana Kanjeng Senopati,… Engkau izinkan anakmu berhadapan dengan prajurit Tuban… ???”
Kanjeng Senopati pun,… berkata, “Baiklah jika Kanda Adipati bermaksud untuk menguji anakku, Raden Rangga… !!!” Adipati Tuban memberikan isyarat kepada prajuritnya… agar menyerang Raden Rangga secara sungguh-sungguh… yaitu serangan dengan menggunakan tombak bermata runcing… !!! 10 Tombak dari prajurit Tuban… mengarah kepada Raden Rangga… !!! Namun Raden Rangga… asyik aza menari… melempar-lempar perisai dan towak… !!!
Akhirnya… 10 tombak pasukan Tuban menghujam tubuh nya… !!! Namun 10 orang prajurit terkejut… melihat tubuh Raden Rangga kebal akan senjata tombak… !!! Leceeet sedikitpun tidak… apalagi sampai mengeluarkan darah… !!! Serasa penasaran… 10 prajurit lagi-lagi mengarahkan kepada titik-titik lemah tubuh… namun lagi-lagi … nggak mempan… !!! Mulai dengkul-dengkul prajurit Tuban lemeees… iki piyeeee daaab… ditunjeeep-tunjeeep nggak mateee-mateee… !!! Panganeee opo tho yooo bocah iki… ???
Adipati Tuban terkejut… telah dua kali ia terperangah… pertama begitu mudahnya tombak dan perisai yang berat… Raden Rangga permainkan… dan kedua ditunjeeep tombak badannya kebaaal… sekeras bajaaa… !!! Adipati Tuban begitu terhina… melihat Raden Rangga asyik menari… seolah tidak mau membalas tusukan atau sabetan tombak dari prajurit Tuban … !!! Adipati Tuban pun maraaah, “Keparaaat … apa dikira prajurit Tuban tidak bisa menangkis serangan dari anakmu, Senopati… !!! Balass laaagh hey anak Mataram… aku pengen liat bagaimana engkau menyerang prajuritku… !!!”
“Raden Rangga… balaslaaagh… tidak kaaagh kamu ingin membalas serangan… ???”, tanya Kanjeng Senopati… !!! Sontak Raden Rangga… melempar perisai dan towaknya kepada 10 prajurit Tuban…. begitu kerasnya lemparan… sehingga formasi prajurit Tuban bubaaar… !!! Sekali berkelebaaat… ditariknya tombak salah satu prajurit…. sehingga prajurit itu terdorong kedepaaan… !!! Raden Rangga kemudian menampaaar kepala prajurit itu… kepala itu pecaaah … remuuuk, …muraaak… tewas seketika … dan daraaah berceceran di panggung …. !!! Gempar laaagh … suasana balai kademangan… atas perilaku Raden Rangga… !!! 😀
Link Terkait :
Leave a Reply