









Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…. !!! Lanjut lagi… syaitan tidak akan mampu menjerat dan memperdayai orang yang ikhlas (mukhlishuun red.). Orang ikhlas tidak pernah berdagang dengan Allah dalam setiap ibadahnya. Ciri orang ikhlas adalah tidak berharap dihargai dalam setiap amalannya… !!! Ia akan terus saza beramal baik… mau dipuji kek… mau dicaci kek… luweeegh … !!! Baginya cukup penilaian Allah SWT yang Maha Mengetahui … !!!
Ia akan selalu ingat dengan komitment yang selalu dibacanya setiap kali menunaikan shalat fardhu sbb :
Qul inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lil laahi rabbil aalamiin.
Katakanlah, Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku untuk Allah, Tuhan semesta alam (Qs. Al An’aam : 162).
So balik lagi ke ta’awudz… dianjurkan membaca ta’awudz dalam beberapa hal yaitu : (i) Ketika akan membaca Al ‘Quran untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Faidzaa qara’ tal quraana fasta’idz villahi minasy syaithaanir rajiim.
Apabila kamu membaca Al’Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (Qs An Nahl : 98).
(ii) Meredakan amarah, ketika dua orang bertengkar… segeralah membaca ta’awudz. Didalam suatu riwayat lain hendaklah membaca Allahumma inni a’uudzubika minasy syaithaanir rajiim artinya Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari setan yang terkutuk. (iii) Sebelum memulai shalat, Rasulullah SAW membaca “A’uudzu billahis samii’il aliimi minasyaithaanir rajiim min hamazihi wa nafkhihi wa naftsihi “Aku berlindung kepada Allah Yang maha Mendengar dan Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk, dari godaannya, hembusannya dan ludahnya”. (iv) Ketika akan bercampur dengan istri… sebagaimana hadist berikut :
Dari Ibnu Abbas ra berkata, Rasulullah SAW bersabda “Apabila seseorang membaca doa berikut sebelum menggauli istrinya Bismillahi Allahumma jannibnaa asy-syaithaan wa jannibi asy-syaihtaan ma razaqtanaa (artinya dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkan kami dari setan dan jauhkan setan dari apa yang akan Engkau rezekikan kepada kami). Kemudian jika dari hubungan tersebut memperoleh anak, niscaya ia tidak akan diganggu oleh setan selamanya (HR. Bukhari dan Muslim).
Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!! 😀
Leave a Reply