









Waagh… setengah nggak percaya, bahwa salah satu RS (RS umum lho… bukan RS Islam atau agama tertentu red.) nggak mengijinkan pegawainya untuk bekerja dengan memakai jilbab … !!! Tetapi kalau dokter (yang disebutnya sebagai partner dan bukan pegawai red.) diperbolehkan… demikian juga dengan pasien kalau pakai jilbab nggak apa-apa… !!! Lha ini aza juga sudah aneh… dan menurut pendapat gue sih diskriminasi… !!! Alasan pihak management sesuai peraturan perusahan adalah “tidak memakai pakaian seragam kerja yang telah ditetapkan perusahaan berikut perlengkapannya sesuai dengan perlengkapan di unit kerja masing-masing”. Mari analisa kira-kira bener nggak sih orang nggak boleh pake jilbab waktu kerja… dan apa bener seh peraturan perusahaan tersebut …. !!! Sebelum kita kupaz… coba tengok gambar mbak yang pake jilbab… kalau dasarnya ayuu.. yaagh pake jilbab seh ayuuu aza… betul… ??? 😀
UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 153 huruf c, menyatakan bahwa Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja / buruh menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya;
Itu undang-undang lho… artinya, mengikat seluruh rakjat Indonesia… !!! arti ibadah menjalankan seluruh perintah dan menjauhi segala larangan Nya. Jelas banget, dalam agama Islam, buat wanita itu wajib menutup aurat …!!! So yang boleh kelihatan adalah wajah dan telapak tangan … !!! Nagh tindakan perusahaan yang mengeluarkan / memecat pekerja wanita yang menggunakan jilbab adalah tindakan sewenang-wenang… melanggar UU No. 13 tahun 2003, dan thuzz peraturan perusahaan tersebut… kudu direvisi karena bertentangan dengan UU yang lebih tinggi kedudukannya … !!!
Apalagi kalau ditarik ke UUD 1945 pasal 29 ayat 2 yang isinya bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu” Lebih kuat lagi ketentuan si pekerja… dan hak si pekerja untuk dapat menggunakan jilbab di tempat kerjanya … !!! Yaagh… ini gue serukan… si perusahaan bisa merevisi peraturannya… meminta maaf kepada pekerjanya… !!! Negara melalui instansi yang berwenang menyelesaikan persoalan ini dengan sebaik-baiknya… !!! Saling menghormati dan menghargai orang lain sangat dianjurkan… apalagi negera kita ini adalah negara yang bersifat majemuk dan pluralistis … !!! 😀
Leave a Reply