









Dalam merancang dan meng- implementasikan computer network, maka peranan network topologi semakin penting. Hal ini sangat terkait dengan jalur yang digunakan dalam melakukan transmisi data, perangkat yang akan digunakan, performance, availability dan biaya dalam penerapannya. Network topologi diantaranya : Bus topologi, ring topologi, star topologi, extended star dan mesh topologi. Dalam paragraph berikut akan diulas mengenai masing-masing topologi tersebut…!!! 😀
Dalam Bus Topologi , setiap device (node) menggunakan cable yang sama. Sebagaimana pada gambar, dalam bus topologi antara satu computer dengan computer lain dihubungkan dengan satu cable. Ujung dari cable tersebut diberi terminator yang akan meng-absorb signal electricity. Kalau terminator ini nggak ada / terlepas, maka dapat menyebabkan error network computer tersebut.
Dalam Star Topologi, terdapat satu device (node) sebagai central device. Device ini dapat berupa router, switch, hub dsb. Dan setiap node akan terhubung ke central device tersebut. Walau initial cost lebih mahal dibandingkan dengan bus topologi, namun additional costnya jauh lebih murah, dan lebih mudah memanage…!!! Pengembangan lebih lanjut dari star topologi adalah extended star topologi, dimana central device ini mempunyai cabang lagi yang berfungsi sebagai sub-central device.
Tidak seperti bus topologi dimana ada awal dan akhir (memerlukan terminator), pada ring topologi, data dikirim dari satu node ke node lain sampai node yang dituju tercapai. Pengembangan ring topologi ada yang single ring topologi dan ada juga dual-ring topologi.
Topologi mesh menghubungkan satu node dengan seluruh node yang lain. Terdapat dua jenis mesh topologi, yaitu full-mesh topologi dan partial-mesh topologi…!!! Full-mesh topologi mempunyai keuntungan fully redundant, namun costnya sangat expensive. Untuk menjembatani ini, ada bentuk lain yaitu partial-mesh topologi, yaitu setidaknya satu node terhubung dengan seluruh node yang ada…!!!
Leave a Reply