









Shutter Speed adalah waktu yang dibutuhkan selama k, dimana ‘shutter’ akan terbuka sehingga cahaya dapat masuk untuk diproses lebih lanjut oleh image sensor (dalam hal camera digital..lho). Shutter speed diukur dalam second (detik). Biasanya untuk memotret obyek dibawah sinar matahari (cerah) maka shutter speednya adalah 1/125 second. Pada gambar disebelah ini terlihat efek pemilihan shutter speed pada jatuhnya air terjun… Dari 1 detik seperti garis putih penuh.. sampai 1/800 detik berupa pecahan air terjun !!! 😀
Standard shutter speed berkisar antara 1/8000 detik s/d 1 detik. Disamping itu ada juga B (Bulb), dimana shutter aka nselalu terbuka sampai shutter button dilepas. Dan ada juga T, akan selalu terbuka.. sampai shutter button ditekan lagi. Shutter speed yang sangat kecil, biasanya digunakan untuk mem-freeze obyek yang bergerak (misalnya dalam event sportz). Sedangkan shutter speed yang lama.. biasanya untuk memberikan effect blur untuk memberikan kesan artistik, dan sering kali digunakan pada night photography. Gambar disebelah ini diambil dalam kegelapan malam, dengan shutter speed selama 20 detik. Dan biasanya untuk night photography, diperlukan bantuan tripod.. agar object yang diam.. tidak goyang-goyang.. 😀
Pemilihan shutter speed juga harus memperhitungkan.. ISO Sensitivity, disamping apperture tentu saza. Dan kombinasi minimal ketiga hal tersebut, menentukan kualitas gambar yang akan diambil disamping sangat terpengaruhi dengan kualitas lensa  😀
Leave a Reply