









Mungkin masyarakat awam nggak begitu peduli tentang makro ekonomi..!!! Padahal makro ekonomi ini sangat berpengaruh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Krisis moneter tahun 1997, bisnis pada jeblok… temen gue terpaksa jual rumahnya.. karena udah nggak sanggup nyicil rumah… Gue yang nyicil rumah.. agak diuntungkan dengan kebijakan suatu bank yang nerapin flat interest rate… bank nya kena negatif spread… (negatif spread tuh… suku bunga kredit lebih rendah daripada suku bunga simpanan.. so bangkrut lama-lama)… Demikian juga pasar motor waktu itu… runyem daaagh.. Seperti kata tukul.. itu dulu… sekarang… lain ceritanya 😀
Inflasi sampai dengan bulan Mei 2007 (year-on-year) hanya 6.01%. Suku bunga bank sentral juga rendah hanya 8.5%. Kurs tengah USD = Rp. 8886, dan cadangan devisa Negara kita mencapai 50 miliar USD, suatu jumlah tertinggi yang pernah dicapai. GDP Growth tumbuh rata-rata 5 – 6%. Dengan rapor yang bagus, secara umum lho… terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.. (kembali secara umum lho…) Dan ini simplenya juga merambah pasar kendaraan bermotor, khususnya roda dua. Mau kredit.. sekarang gampang banget.. mau beli moge di automall.. pihak bank siap membantu memberikan kredit..
Belum lagi konsumen kendaraan roda empat.. mulai beralih / shifting ke kendaraan roda dua, thus segment pasar kendaraan motor menjadi bertambah… Konsumen yang beralih ini, mempunyai disposible income yang siap dikucurkan untuk membeli motor… belum lagi konsumen latah yang mulai suka akan moge cruiser model harley, italian scooter, dan beberapa yang suka moge sportz.. Bagi mereka.. motor bukan hanya sekedar alat transportasi… tapi juga life style… sarana networking dsb.. dan mereka mengincar motor-motor non-bebek… Belum lagi ibu-ibu yang mulai biasa bawa skutik..
Faktor mass rapid transportation yang belum jadi.. turut memberikan efek positif buat pasar motor di Indonesia. Busway, yang makan jalan di seantero Jakarta, turut menyiksa pengendara roda empat. Monorail belum jadi… kondisi kendaraan umum yang desek-desekan… bikin masyarakat mumet… mencari jalan sendiri.. yaitu motor… Ada juga yang menggunakan sepeda (bike to work, menjadi berkembang). Dan hal ini gue prediksikan trend penggunaan kendaraan bermotor masih meningkat dalam 2 – 3 tahun kedepan. Melihat kondisi seperti ini, sayang aza jika kesempatan ini dibuang sia-sia oleh ATPM dimana faktor stabilnya makro ekonomi turut menyumbang cerahnya masa depan Pasar Motor Indonesia…..!!!
Leave a Reply