









Pasar kendaraan roda dua Indonesia, agak heboh dengan motor V-Ixion. Bahkan ada gejala unik dan bin lucu… Motornya belum nongol udah kebentuk komunitas V-Ixion. Segitu antusiasnya konsumen dengan motor ini… Selanjutnya muncul inden yang ramai-ramai pada ngantri… bahkan diundi… udah kayak lotere aza… Ada kabar juga.. dengan teknologi V-Ixion yang udah nerapin macem-macem sensor… atawa teknologi canggih diusung ke motor ini… dan seabrek info baik teknis maupun non-teknis terkait dgn V-Ixion… well apapun… mari kita analisa langkah Yamaha dengan ngeluarin V-Ixion… 😀
V-Ixion merupakan jawaban atas Megapro
Dalam ilmu manajemen strategik, yamaha termasuk smart.. dapat membaca peta persaingan kendaraan roda dua di Indonesia. Saingan utamanya adalah Honda.. yah Honda… dari sisi skutik.. Yamaha udah duluan dengan mio.. (ingat usually, The First mover will be the King). Disisi bebek ada Jupi yang saingan dengan Supra… tinggal di motor laki… Tiger udah ada lawannya Scorpio yang lebih gede ccnya… Tapi megapro.. siapa lawannya… dari harga.. Scorpio lebih mahal… dan Scorpio diciptakan untuk menghadang Tiger… (kale bisa scorpio bisa bikin pingsan si macan.. kwak..kwak..) Tapi si megapro lawannya mana….??? RX-King.. yang 2 tak.. yang udah udzur.. (bahkan kelakarnya ..si motor jambrettt…) perlu dipensiunkan.. dan diganti dengan product yang head-to-head bisa fight… dan jawabannya yah V-Ixion itu… 😀
Langkah-Langkah Strategi yang dilakukan Yamaha
Setelah membaca penjelasan yang diberikan pihak Yamaha dalam web sitenya (judulnya “Informasi tentang Yamaha V-Ixion”), gue dapat berkesimpulan Yamaha sudah nerapin semacam Balanced Scorecard plus beberapa teori marketing… sehingga nggak heran jadi bikin nyut-nyutan kepala pihak Honda.. Beberapa langkah strategi Yamaha sbb :
Jangan berpuas diri
Strategi yang bagus sebagaiman Sun Tzu bilang.. “Ketahui dirimu dan ketahui lawanmu.. maka kamu tidak akan khawatir untuk menghadapi 100 peperangan”. Dikaitkan dengan perang antara Megapro dan V-Ixion, semula V-Ixion diperuntukkan ngelawan Megapro “spoke wheel” (jari-jari red.) bukan untuk yang Casting Wheel.. tapi eit… harganya udah nggak bisa maaan… Itu Honda Megapro CW udah Rp. 18.5 juta… V-Ixion dibanderol sebesar Rp. 18.9 juta.. ini patut diwaspadai… tapi bisa saza.. ini strategi Yamaha.. untuk ngeliat konsumen.. apakah sensitif atau tidak dengan beda 400 rebu doang.. (price sensitif or not..). Jika sensitif, baru diturunin.. well kalo itu yang ditempuh cukup smart.. but hati-hati.. jangan sampe konsumen lari.. with other words.. U must create barrier or switching cost to customer… dengan kualitas dan harga…
Siapa yang akan menang.. pertarungan antara Megapro vs V-Ixion… time will tell.. 😀
Leave a Reply