









Selanjutnya Internal Business Process Perspective. Setelah Learning and Growth, dalam bagian I dijelaskan misalnya pemberian training akan memberikan dampak kepada Internal Business Process. Dalam artian dengan tenaga-tenaga yang profesional maka akan tercipta bisnis proses yang efisien. Misalnya product yang dihasilkan menjadi zero defect, dalam melakukan service motor menjadi cepet dan profesional, bagian purchasing bisa mengetahui parts mana yg paling banyak dicari, bagian R & D bisa mendesign motor dengan spec terkini tapi dengan biaya efisien (nggak sekedar ganti casing), bagian pelayanan customer yang akan ramah dan melayani keluhan customer dengan baik, dll. Intinya bisnis proses yang akan dilakukan akan terasa terjadi peningkatan dan efisiensi.
Peningkatan yang terjadi pada internal bisnis proses, pasti akan memuaskan pelanggan thus disinilah Customer perspective berperan. Pelanggan nggak ngantri, pelanggan merasa nyaman dalam memilih product tersebut, pelanggan ogah untuk berpindah ke merk lain. Dengan kata lain, disisi pelanggan akan tercipta image product ini selalu melindungi dirinya, thus akan menimbulkan switching cost yang besar jika pelanggan akan berpaling dari product ini. Dalam beberapa hal akan menciptakan fanatisme yang tinggi untuk product tersebut. Ngapain pindah ke product lain, jika product yang dipilih lebih baik dari segala aspek dibandingkan merk lainnya. Hal ini secara nggak langsung akan menciptakan competitive advantage yang tinggi untuk product tersebut.
Akhirnya customer puas, competitive advantage tinggi, pangsa pasar juga tinggi, apalagi… tinggal menunggu aza.. butir-butir fuluz mengalir ke kantong perusahaan. ROI, ROE ataupun ROA akan terjadi peningkatan. Finansial Perspective akan tercipta dengan sendirinya. Ekspansi perusahaan bisa dengan mudah dengan melakukan go public, dan saham akan dengan larisnya terbeli mbak kacang goreng. Pemilik saham akan mendapatkan capital gain, pemegang sahampun akan mendapatkan deviden atas prestasi perusahaan… Dan ini akan berlangsung terus-menerus.. apa nggak enak… 😀
Well.. inilah esensi yang diinginkan oleh Kaplan dan Norton, bahwa survive perusahaan dibangun dengan kompetensi tenaga kerjanya, dengan efisiensi dan efektivitas bisnis proses, dengan kepuasan pelanggan dan ujung-ujungnya finansial perusahaan akan bersinar… Dan ini biasa diterapkan di perusahaan mana saja, bahkan non profit organization pun telah menerapkan hal ini dengan modifikasi tentunya….
Apakah ATPM kita akan belajar mengenai hal ini, atau cuek aza… terserah aza daagh.. gue udah ngasih tahu.. sehingga gugur kewajiban gue… (istilah ini banyak dipakai oleh para Kyai..)… hope bermanfaat… Amin… 😀
Leave a Reply